Label

Selasa, 17 April 2012

STUDI KELAYAKAN BISNIS (SKB)


 


Tujuan:
Mata Kuliah ini memberikan kemampuan praktis yang akan digunakan dalam mempelajari kelayakan suatu bisnis.
  STUDI KELAYAKAN BISNIS
  Aspek-aspek Penilaian dalam Studi Kelayakan Bisnis
  Penetuan layak atau tidaknya suatu usaha dapat dilihat dari berbagai aspek. Ukuran kelayakan tiap proyek berbeda-beda berdasarkan jenis usahanya, namun mengacu pada aspek-aspek yang sama. Untuk melakukan penilaian terhadap aspek-aspek ini, perlu dibentuk suatu team yang terdiri dari orang-orang yang berasal dari berbagai bidang keahlian.


  Aspek-aspek penilaian tersebut adalah:
  Analisis SWOT à  tinjauan dari berbagai aspek
  Aspek hukum à untuk meneliti kelengkapan, kesemperunaan dan keaslian izin-izin dan dokumen-dokumen.
  Aspek pasar dan pemasaran à meneliti besar pasar dan kemampuan perusahaan menguasainya, serta menilai strateginya.
  Aspek keuangan à menilai perolehan pendapatan dan biaya yang dikeluarkan.
  Aspek teknis/operasional à menentukan lokasi, layout gedung dan uangan serta teknologi yang digunakan.
  Aspek manajemen à meneliti kesiapan SDM yang menjalani usaha.
  Aspek ekonomi dan social à menilai manfaat usaha terhadap ekonomi dan social masyarakat.
  Aspek dampak lingkungan à menilai dampak lingkungan yang dapat ditimbulkan
  Aspek syariah à menilai adanya unsur nilai-nilai Islam.
Penilaian Kelayakan Usaha
  Tujuan Studi Kelayakan Bisnis:
  Menghindari Resiko Kerugian à fungsi dari studi kelayakan adalah untuk meminimalkan resiko yang tidak diinginkan
  Memudahkan Perencanaanàseperti perencenaan jumlah dana, kapan proyek akan dilaksanakan, dimana akan dibangun, siapa yang akan bangun, dan seberapa besar keuntungan
  Memudahkan Pelaksanaan pekerjaan à Dengan adanya berbagai rencana yang disusun akan memudajkan pelaksanaan bisnis
  Memudahkan Pengawasan à sehingga pelaksanaan usaha tidak melenceng dari rencana yang telah disusun
  Memudahkan Pengendalian à sehingga dapat mengendalikan pelaksanaan agar tidak berantakan dan tujuan perusahaan dapat tercapai
   Mengapa sebelum suatu usaha dijalankan perlu dilakukan studi kelayakan
(Proposal Business):
1.  Menghindari resiko kerugian.
     - meminimalkan resiko yang tidak                
       diinginkan baik dari resiko yang dapat
       dikendalikan maupun tidak   
       dikendalikan.
2.  Memudahkan perencanaan.
     - berapa jumlah dana yang diperlukan.
     - kapan usaha akan dilaksanakan.
     - di mana lokasi usaha.
     - siapa-siapa saja yang akan
       melaksankan usaha tersebut.
     - bagaimana cara menjalankan usaha.
     - berapa besar keuntungan yang akan
       diperoleh.
     - bagaimana mengawasi usaha.
3.  Memudahkan pelaksanaan pekerjaan.
     - ada pedoman pelaksanaan.
4.  Memudahkan pengawasan.
5.  Memudahkan pengendalian.
  Aspek-Aspek Dalam Penilaian: 1
1. SWOT SWOT adalah sebuah singkatan dari, S adalah STRENGHT atau Kekuatan, W adalah WEAKNESS atau Kelemahan, O adalah OPPORTUNITY atau Kesempatan, dan T adalah THREAT atau Ancaman.
2. Aspek hukum.
     - kelengkapan dan keabsahan dokumen
       perusahaan (bentuk badan usaha; ijin-ijin).
     - TDP (Tanda Daftar Perusahaan).
     - NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).
     - Bukti diri (KTP; SIM).
     - Sertifikasi tanah.
     - BPKB (Bukti Kepemilikan Kenderaan   
       Bermotor).

  Aspek-Aspek Dalam Penilaian: 2
3.  Aspek pasar dan pemasaran.
     - ada tidaknya pasar (konsumen, calon
       pembeli).
     - jika ada, berapa besar pasar? (nyata;
       potensial).
     - peta kondisi persaingan saat ini.
     - bagaimana perilaku konsumen.
     - strategi yang dilakukan dalam memenangkan
       persaingan.
     - strategi produk.
     - strategi lokasi.
     - strategi distribusi.
     - strategi promosi.
  Aspek-Aspek Dalam Penilaian: 3
4.  Aspek keuangan.
      - jumlah investasi.
      - biaya-biaya.
      - pendapatan.
5.  Aspek teknis/operasi.
     - lokasi usaha.
     - layout gedung, mesin, peralatan
     - teknologi yang akan digunakan (padat modal; padat karya).
  Aspek-Aspek Dalam Penilaian: 4
6.  Aspek manajemen/organisasi.
     - pemilik usaha (jumlah dan komposisi
       modal).
     - pengelola usaha (jumlah, kualifikasi,
       pendidikan, pengalaman).
     - struktur organisasi dan jabatan.
     - rencana kerja (target, sasaran, tujuan).
  Aspek-Aspek Dalam Penilaian: 5
7.  Aspek ekonomi sosial.
     - seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan
       dalam melaksanakan usaha terhadap
       ekonomi dan masyarakat.
8.  Aspek dampak lingkungan.
     - terhadap tanah, air, udara, dan kesehatan
       manusia.
9.  Aspek syariah.
     - terhadap nilai-nilai Islam.
  Analisis SWOT
Penilaian Aspek Teknik Usaha
Penilaian Aspek Ekonomi, Sosial dan Politik
  SWOT
  Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.
  TEKNIK USAHA
  PEOPLE JUDGE:
"Banyak sekali diantara kita ini yang pengen sekali memiliki usaha sampingan atau bahkan usaha utama, tetapi masih bingung dari mana memulainya, dan apa yang harus dilakukan selanjutnya“
  Penilaian Aspek Teknis
  Pembahasan dan penilaian suatu proposal kredit modal kerja terhadap aspek teknis dan produksi, penilaian umumnya dilakukan terhadap:
  Produk yang dihasilkan.
  Lokasi
Penilaian terhadap lokasi meliputi penilaian terhadap dekat tidaknya dengan sumber bahan baku,sarana transportasi untuk mendisribusikan barang-barang hasil produksi, dan ketersediaan tenaga kerja
  Proses pembuatan produk atau proses penyediaan jasa. Dalam hal proses pembuatan produk, analisa ditekankan pada pemlihan mesin dan peralatan yang digunakan.
  Kapasitas Produksi,termasuk mengenai kuantitas dan kontinuitas bahan baku, jenis dan kualitas bahan baku serta
  Fasilitas/sarana dan prasarana Produksi
  Berikut salah satu contoh gambaran penilaian aspek teknis terhadap usaha perdagangan:
  Lokasi Usaha,yang dilihat adalah mengenai berapa luas tanahnya, bangunan, status kepemilikannya serta interior didalamnya apakah rapi atau semrawut(tidak mencerminkan tempat usaha)
  Sarana dan prasarana yang ada meliputi peralatan kerja/peralatan kantor yang tersedia
  Sarana transportasi (perlu dikaitkan dengan kegiatan usahanya)
  Ketersediaan barang dagangan dan kontinuitasnya
  Kesemua point tersebut diatas dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi analis kredit untuk menentukan layak tidaknya aspek teknis terhadap usaha calon debitur dibidang perdagangan
Dalam panduan TEKNIK USAHA ini difokuskan pada beberapa point utama, point point itu antara lain:
  Motivasi - Banyak rekan kita yang kurang motifasi, sehingga biasanya semangat untuk memulai usaha tidak dilanjutkan sampai terealisasi.
  Cara mencari peluang - Peluang usaha sangat banyak, tetapi tidak mungkin bisa anda jalankan semuanya, ini berkaitan dengan pribadi masing2.
  Cara memanfaatkan media informasi untuk melipatgandakan keuntungan anda - Dengan cara ini bisa melipatkan untung hingga 200% dengan cepat.
  Sistem keuangan usaha - Sebelum memulai usaha, anda harus memahami sistem keuangan usaha yang benar, sistem ini sebenarnya simpel, tetapi wajib diterapkan, karena jika tidak maka usaha anda akan membuat susah anda di kemudian hari.
  Cara membangun tim kerja - Ini sangat penting, karena usaha anda nanti harus bisa tetap berjalan tanpa kehadiran anda. ini meliputi cara memilih karyawan, cara menyebar lowongan yang efektif, tentang gaji, tentang perjanjian kontrak kerja, hingga pembagian job deskripsion masing masing karyawan.
Jenis usaha Semi khusus
  berikut ini beberapa tips yang mungkin dapat dijadikan panduan untuk segera mewujudkan cita-cita Anda memiliki usaha sendiri. Anda berminat, baca artikel ini selanjutnya :
  * Hobi sebagai sumber profit
  Sebagian besar orang meiliki kegemaran atau istilah bekennya hobi, dari yang dijalankan sekedar iseng sampai yang ditekuni secara serius. Apa hobi Anda? Dan Anda termasuk jenis orang yang seperti apa, hobi hanya sekedar untuk mengisi waktu dan lebih cenderung menguras isi kantong Anda atau sebaliknya? Jika ya sudah saatnya untuk merubah kegiatan tersebut sebagai peluang usaha. Untuk segmen pasarnya lebih jelas dan fokus, yakni orang-orang yang sehobi dengan Anda. Mulai lah dari hal-hal yang ringan, semakin lama kembangkan usaha tersebut bahkan jika mungkin menjadi “ahli” dalam bidang tersebut.
  Pada umumnya orang melakukan kegiatan yang digemarinya dengan perasaan senang, sama sekali tidak ada beban. Tidak sedikit wirausahawan sukses yang berhasil berangkat dari hobi, ya hobi yang dijalankan dengan sungguh-sungguh dan serius bukan tidak mungkin dapat menjadi sumber penghasilan.
  * Profesi awal sebagai pembuka jalan
  Hal-hal tersebut dapat dijadikan modal Anda untuk memulai bisnis sendiri. Dengan kemauan yang kuat, sebagian penghasilan yang kita peroleh selama bekerja pada pihak lain dapat dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga pada akhirnya dapat dijadikan modal Anda mendirikan suatu usaha, meskipun belum sepenuhnya mencukupi. Secara perlahan namun pasti Anda dapat mengembangkan usaha tersebut sesuai kemauan Anda.
  * Waralaba yang serba komplit
  Anda menikmati pekerjaan yang Anda tekuni sekarang, namun demikian ada dana lebih yang Anda ingin manfaatkan menjadi aktif income. Dan saat ini Anda tidak memiliki banyak waktu untuk mengurus bisnis baru. Salah satu cara cepat dan memilih jenis usaha yang memiliki tingkat risiko rendah, pilihlah jenis bisnis yang diwaralabakan.
Pebisnis tidak akan menemui kerepotan dalam berpromosi karena pebisnis menyerahkan kepada pihak yang ahli di bidang ini. Selain itu, pihak franchisor akan memberi pelatihan tentang konsep, sistem dan strategi usaha. Termasuk juga teknik usaha yang diwaralabakan. Sebelum memutuskan mengambil bisnis waralaba, Anda perlu memperhatikan sistem kerja samanya. Biasanya hubungan antara pebisnis dengan pemberi waralaba akan saling membagi hasil. Sehingga pendapatan dari pebisnis tidak mutlak miliknya. Akan tetapi harus dibagi kepada pemberi waralaba. Tentunya dengan proporsi yang telah ditentukan sebelumnya.
Tips Menentukan alternatif pilihan bisnis
  Setelah membaca uraian di atas ternyata hobi dan kompetensi Anda belum juga dianggap sebagai peluang bisnis, Anda membutuhkan masukan ide-ide jenis usaha lainnya. Untuk mendapat ide-ide tersebut maka Anda perlu menyimak dan mencermati beberapa hal berikut ini.
  o Cita-cita
  Salah satu cara memunculkan ide kegiatan bisnis dapat Anda peroleh dari keinginan atau cita-cita pribadi. Berbekal kemauan yang keras untuk menjadi seorang pebisnis, Anda akan melihat segala peluang yang terbuka. Cita-cita merupakan dorongan yang kuat yang dapat melahirkan sesosok pebisnis andal. Selain itu, cita-cita yang dimiliki dapat diumpamakan tombol power. Jika tombol tersebut diaktifkan maka segala peluang dapat timbul secara cepat di otak Anda.
  o Underpressure
  Kadang kala ide timbul pada saat seseorang dalam keadaan tertekan. Ide tentang jenis usaha pun dapat ditimbulkan karena posisi terpojok oleh suatu keadaan. Seorang kepala keluarga akan berusaha mencari ide untuk mendapatkan penghasilan agar keluarganya dapat terus lestari dan hidup makmur. Misalnya, seorang ibu rumah tangga yang hanya mengandalkan pendapatan dari suami berpikir untuk mencari tambahan. Dari ketertekanan tersebut akan timbul ide untuk menjalankan bisnis tertentu. Tentunya usaha yang menambah penghasilan keluarga.
  o Pengembangan produk yang sudah ada
  Menciptakan produk baru berdasarkan pengembangan dari produk yang sudah ada merupakan ide bagus untuk dijadikan sebagai lahan bisnis. Dengan karakteristik seperti itu produk Anda akan menjadi incaran para konsumen. Karena secara otomatis produk yang Anda hasilkan merupakan “perbaikan serta pengembangan” dari produk sebelumnya. Anda akan mendapat penghasilan yang berlimpah. Sebab, perusahaan Anda merupakan leader dalam produk tersebut. Namun, jangan terlena dengan kondisi tersebut. Para pesaing bersiap mengekor kesuksesan Anda dengan meniru produk laris tersebut. Sebelum terjadi hal seperti itu maka Anda perlu melakukan tindakan antisipasi. Di mana antispiasi tersebut terkait dengan perlindungan hukum agar karya Anda tidak bisa ditiru seenaknya.
  o Prospek pasar
  Melihat suatu gaya hidup yang sedang menggejala dapat pula dijadikan sebagai ide bisnis. Dengan begitu usaha bisnis Anda akan banyak menarik minat pembeli, sebab produk yang Anda tawarkan merupakan sesuatu yang sedang diminati. Misalnya, saat ini pengguna telepon genggam sangat banyak jumlah, mulai dari anak usia sekolah dasar hingga orang tua. Permintaan akan pulsa sangat tinggi. Dengan demikian berbisnis pulsa pun dapat dijadikan sebagai alternatif berbisnis. Setelah itu carilah tempat yang strategis untuk memulai bisnis tersebut.
  Setelah Anda membaca artikel di atas, mudah-mudahan Anda mendapat gambaran serta dapat memperkirakan jenis usaha apa yang paling cocok dengan kondisi Anda saat ini.
  PEMASARAN
  PENGERTlAN PEMASARAN
  Sebagaiman kita ketahui bahwa kegiatan pemasaran adalah berbeda dengan penjualan, transaksi ataupun perdagangan.
  American Marketing Association 1960, mengartikan pemasaran sebagai berikut: Pemsaran adalah pelaksanaan dunia usaha yang mengarahkan arus barang-barang dan jasa-jasa dari produsen ke konsumen atau pihak pemakai. Defenisi ini hanya menekankan aspek distribusi ketimbang kegiatan pemasaran. Sedangkan fungsi-fungsi lain tidak diperlihatkan, sehingga kita tidak memperoleh gambaran yang jelas dan lengkap tentang pemasaran.
  Sedangkan definisi lain, dikemukakan oleh Philip Kotler dalam bukunya Marketing Management Analysis, Planning, and Control, mengartikan pemasaran secara lebih luas, yaitu: Pemasaran adalah: Suatu proses sosial, dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan, dan mereka inginkan dengan menciptakan dan mempertahankan produk dan nilai dengan individu dan kelompok lainnya.
  Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa. Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran dan konsumsi. Pemasaran menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi.
  PEMASARAN YANG EFEKTIF
  Untuk melakukan pemasaran yang efektif, Anda bisa langsung membidik segmen pasar tertentu yang memiliki prospek bisnis yang bagus, misalnya sekolahan.Lakukan promosi ke sekolah - sekolah tersebut, sebarkan brosur, lakukan presentasi dan jadilah sponsor pada kegiatan - kegiatan yang diadakan sekolah dan asosiasi sekolah.

Setelah Anda mendapatkan pelanggan, berikan pelayanan maksimal sehingga pelanggan tersebut merasa puas. Dengan sendirinya jika pelanggan Anda merasa puas, mereka secara sukarela akan menceritakan ke teman - temannya di sekolah lain (word of mouth marketing).
  Pasar sasaran (Target Market) adalah: Sekelompok konsumen atau pelanggan yang secara khusus menjadi sasaran usaha pemasaran bagi sebuah perusahaan.
Dalam menerapkan pasar sasaran, terdapat tiga langkah pokok yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Segmentasi Pasar
2. Penetapan Pasar Sasaran
3. Penempatan Produk
  1. Segmentasi Pasar
  Segmentasi Pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk kedalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen. Berdasarkan definisi diatas diketahui bahwa pasar suatu produk tidaklah homogen, akan tetapi pada kenyataannya adalah heterogen. Pada dasarnya segmentasi pasar adalah suatu strategi yang didasarkan pada falsafah manajemen pemasaran yang orientasinya adalah konsumen. Dengan melaksanakan segmentasi pasar, kegiatan pemasaran dapat dilakukan lebih terarah dan sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien dalam rangka memberikan kepuasan bagi konsumen.
  Ada empat ktiteria yang harus dipenuhi segmen pasar agar proses segmentasi pasar dapat dijalankan dengan efektif dan bermanfaat bagi perusahaan, yaitu:
  �� Terukur (Measurable), artinya segmen pasar tesebut
          dapat diukur, baik besarnya, maupun luasnya serta
          daya beli segmen pasar tersebut.
  �� Terjangkau (Accessible), artinya segmen pasar
          tersebut dapat dicapai sehingga dapat dilayani secara
          efektif.
  �� Cukup luas (Substantial), sehingga dapat
          menguntungkan bila dilayani.
  �� Dapat dilaksanakan (Actjonable), sehingga semua
          program yang telah disusun untuk menarik dan
          melayani segmen pasar itu dapat efektif.
  2. Penetapan Pasar
  3. Penempatan Produk
  Marketing Mix (Bauran Pemasaran)
  MARKETING MIX (BAURAN PEMASARAN)
  Salah satu unsur dalam strategi pemasaran terpadu adalah Bauran Pemasaran, yang merupakan strategi yang dijalankan perusahaan, yang berkaitan dengan penentuan, bagaimana perusahaan menyajikan penawaran produk pada satu segmen pasar tertentu, yang merupakan sasaran pasarannya. Marketing mix merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel mana dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dalam pasar sasarannya. Variabel atau kegiatan tersebut perlu dikombinasikan dan dikoordinasikan oleh perusahaan seefektif mungkin, dalam melakukan kegiatan pemasarannya. Dengan demikian perusahaan tidak hanya sekedar memiliki kombinasi kegiatan yang terbaik saja, akan tetapi dapat mengkoordinasikan berbagai variabel marketing mix tersebut, untuk melaksanakan program pemasaran secara efektif. Menurut William J.Stanton pengertian marketing mix sccara umum adalah sebagai berikut: marketing mix adalah istilah yang dipakai untuk menjelaskan kombinasi empat besar pembentuk inti sistem pemasaran sebuah organisasi. Keempat unsur tersebut adlah penawaran produk/jasa, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi.
  Keempat unsur atau variabel bauran pemasaran (Marketing mix) tersebut atau yang disebut 4S (four S) adalah sebagai berikut:
  1. Strategi Produk
  2. Strategi Harga
  3. Strategi Penyaluran / Distribusi
  4. Strategi Promosi
  Marketing mix yang dijalankan harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi perusahaan. Disamping itu marketing mix merupakan perpaduan dari faktor-faktor yang dapat dikendalikan perusahaan untuk mempermudah buying decision, maka variabel-variabel marketing mix diatas tadi dapat dijelaskan sedikit lebih mendalam sebagai berikut:
  Produk (Jasa)
  Kebijaksanaan mengenai produk atau jasa meliputi jumlah barang/jasa yang akan ditawarkan perusahaan, pelayanan khusus yang ditawarkan perusahaan guna mendukung penjualan barang dan jasa, dan bentuk barang ataupun jasa yang ditawarkan. Produk merupakan elemen yang paling penting. sebab dengan inilah perusahaan berusaha untuk memenuhi "kebutuhan dan keinginan" dari konsumen. namun keputusan itu tidak berdiri sebab produk/jasa sangat erat hubungannya dengan target market yang dipilih.
  Harga ( Price)
  Setiap perusahaan selalu mengejar keuntungan guna kesinambungan produksi. Keuntungan yang diperoleh ditentukan pada penetapan harga yang ditawarkan. Harga suatu produk atau jasa ditentukan pula dari besarnya pengorbanan yang dilakukan untuk menghasilkan jasa tersebut dan laba atau keuntungan yang diharapkan. Oleh karena itu, penetuan harga produk dari suatu perusahaan merupakan masalah yang cukup penting, karena dapat mempengaruhi hidup matinya serta laba dari perusahaan.
  Hendaknya setiap perusahaan dapat menetapkan harga yang peling tepat, dalam arti yang dapat memberikan keuntungan yang paling baik, baik untuk jangka pendek maupun unluk jangka panjang.
  3. Saluran Distribusi ( Place )
  Yang tidak boleh diabaikan dalam langkah kegiatan memperlancar arus barang/jasa adalah memilih saluran distribusi (Channel Of Distribution). Masalah pemilihan saluran distribusi adalah masalah yang berpengaruh bagi marketing, karena kesalahan dalam memilih dapat menghambat bahkan memacetkan usaha penyaluran produk/jasa dari produsen ke konsumen.
  Saluran distribusi jasa biasanya menggunakan agen travel untuk menyalurkan jasanya kepada konsumen. Jadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam kebijaksanaan saluran distribusi itu sendiri dengan memperhitungkan adanya perubahan pada masyarakat serta pola distribusi perlu mengikuti dinamika para konsumen tadi.
  4. Promosi ( Promotion)
  Aspek ini berhubungan dengan berbagai usaha untuk memberikan informasi pada pasar tentang produk/jasa yang dijual, tempat dan saatnya. Ada beberapa cara menyebarkan informasi ini, antara lain periklanan (advertising), penjualan pribadi (Personal Selling), Promosi penjualan (Sales Promotion) dan Publisitas (Publicity)
  �� Periklanan (Advertising): Merupakan alat utama bagi pengusaha untuk mempengaruhi konsumennya. Periklanan ini dapat dilakukan oleh pengusaha lewat surat kabar, radio, majalah, bioskop, televisi, ataupun dalam bentuk poster-poster yang dipasang dipinggir jalan atau tempat-tempat yang strategis.
  �� Penjualan Pribadi (Personal selling): Merupakan kegiatan perusahaan untuk melakukan kontak langsung dengan calon konsumennya. Dengan kontak langsung ini diharapkan akan terjadi hubungan atau interaksi yang positif antara pengusaha dengan calon konsumennya itu. Yang termasuk dalam personal selling adalah: door to door selling, mail order, telephone selling, dan direct selling.
  �� Promosi Penjualan (Sales Promotion): Merupakan kegiatan perusahaan untuk menjajakan produk yang dipasarkarlnya sedemikian rupa sehingga konsumen akan mudah untuk melihatnya dan bahkan dengan cara penempatan dan pengaturan tertentu, maka produk tersebut akan menarik perhatian konsumen.
  �� Publsitas (Pubilicity): Meripakan cara yang biasa digunakan juga oleh perusahaan untuk membentuk pengaruh secara tidak langsung kepada konsumen, agar mereka menjadi tahu, dan menyenangi produk yang dipasarkannya, hal ini berbeda dengan promosi, dimana didalam melakukan publisitas perusahaan tidak melakukan hal yang bersifat komersial. Publisitas merupakan suatu alat promosi yang mampu membentuk opini masyarakat secara tepat, sehingga sering disebut sebagai usaha untuk "mensosialisasikan" atau "memasyarakatkan ".
  Dalam hal ini yang harus diperhatikan adalah tercapainya keseimbangan yang efektif, dengan mengkombinasikan komponen-komponen tersebut kedalam suatu strategi promosi yang terpadu untuk berkomunikasi dengan para pembeli dan para pembuat keputusan pembelian.
   ANALISIS RASIO
   Tujuan analisis rasio keuangan :
   a.         Membandingkan rasio-rasio keuangan suatu  perusahaan antar beberapa periode  waktu  ( time series             comparison ).
   b.         Membandingkan antara  rasio - rasio keuangan suatu  perusahaan pada suatu  periode tertentu  dengan             perusahaan lain di industri yang sama dan dalam periode yang sama ( cross sectional comparison ).
   c.         Membandingkan rasio-rasio keuangan perusahaan dengan rasio yang dinilai baik secara umum. Misalnya rasio likuiditas yang baik biasanya > 100%
  UKURAN SUKSES SEBUAH USAHA
  NPL                            : < 10 %
  LDR                            : min 80 %
  CAR                            : 12 %
  PRODUKTIFITAS    : 35 %
                                        
Pertama kali yang harus dianalisis dari suatu perusahaan  adalah apakah perusahaan  mampu  bertahan  dan tumbuh ( sustainable growth ).  Perusahaan yang dinilai kurang mampu  disarankan untuk tidak  melakukan pengembangan.  Pengukuran  kemampuan  perusahaan  untuk  bertahan  &  tumbuh  tersebut  adalah  dengan “ Sustainable Growth Rate “, yang diformulasikan sbb :
                
               ROE x ( 1 – Deviden Payout Ratio )
    
   ROE ( Return On Equity ) digunakan untuk  menilai kinerja &  kemampuan  para manajer perusahaan  dalam mengelola dana setoran modal para pemegang saham. ROE diformulasikan sbb :
   ( 1 – DPO ), merupakan proporsi  dana hasil keuntungan yang tidak digunakan untuk pembayaran devidend. Proporsi dana ini dapat digunakan perusahaan untuk pengembangan ( pertumbuhan ) usaha
  Aspek Keuangan
  Tujuan  umum  pendirian  sebuah  usaha  adalah  untukmenghasilkan  benefit  dan  profit. Benefit  dan  profit  tersebut  merupakan  imbalan  atassejumlah  dana  yang  diinvestasikan dalam sebuah usaha. Dengan demikian, sebuah usaha akan membutuhkan sejumlah uang sebagai modal yang akan digunakan pada tahap pra operasi, tahap pembangunan dan tahap operasional.
  Benefit dan profit usaha berasal dari selisih nilai jual produk (susu, telur, ternak, daging, dll) dengan seluruh biaya yang dikeluarkan pada periode waktu tertentu. Tingkat benefit dan profit yang dihasilkan dari usaha sangat tergantung dari kemampuan usaha dalam mengefisienkan biaya usaha. Berdasarkan hal itu, maka pembiayaan usaha harus direncanakan dengan baik dan cermat dalam bentuk rencana anggaran biaya (RAB).
  Aspek keuangan dalam studi kelayakan biasanya mempelajari kebutuhan dana untuk aktiva tetap, aktiva lancar, modal kerja, sumber pendanaan, dan sumber penerimaan, analisis biaya dan manfaat, serta arus kas. Biasanya aspek keuangan dalam studi kelayakan didasarkan atas angka proyeksi seperti proyeksi kebutuhan investasi, proyeksi biaya dan manfaat/keuntungan, dan proyeksi arus kas. Semua proyeksi tersebut pada analisi  lebih  lanjut menjadi dasar bagi penilaian kelayakan sebuah usaha menurut kriteria investasi (NPV, IRR, dan B/C,) dan menilai kemampuan usaha dalam membayar seluruh biaya yang harus ditanggung. Disamping itu, salah satu dari proyeksi tersebut  dapat  digunakan  untuk mengukur rentang waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan seluruh modal/ investasi yang tanamkan, atau yang lebih dikenal dengan pay back periode (PBP).
  ASPEK LEGAL
  Aspek hukum dalam Studi Kelayakan Bisnis
  Dalam memulai studi kelayakan bisnis pada umumnya dimulai dari aspek hukum, walaupun banyak juga yang memulai dari aspek lainnya. Hal ini sangat tergantung dari kesiapan masing-masing penilai studi kelayakan tersebut. Penilaian atas aspek hukum sangat penting meningat sebelum usaha tersebut dijalankan, segala prosedur yang berkaitan dengan izin atau berbagai persyaratan lain harus terlebih dahulu dipenuhi. Bagi penilai studi kelayakan bisnis, dokumen yang perlu diteliti keabsahan, kesempurnaan dan keasliannya meliputi badan hukum, perizinan yang dimiliki, sertifikat tanah maupun dokumen pendukung lainnya.
Masalah yang timbul kadang kala sangat vital, sehingga usaha yang semula dinyatakan layak dari semua aspek, ternyata menjadi sebaliknya. Hal tersebut dapat terjadi karena kurangnya ketelitian dalam penilaian di bidang hukum sebelum usaha tersebut dijalankan
  Berkaitan dengan keberadaan secara legal dimana memulai suatu usaha yang meliputi ketentuan hukum yang berlaku termasuk :
Perijinan :
i) Izin lokasi :
• sertifikat (akte tanah),
• bukti pembayaran PBB yang terakhir,
• rekomendasi dari RT / RW / Kecamatan
ii) Izin usaha :
• Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/CV atau berbentuk badan hukum lainnya.
• NPWP (nomor pokok wajib pajak)
• Surat tanda daftar perusahaan
• Surat izin tempat usaha dari pemda setempat
• Surat tanda rekanan dari pemda setempat
• SIUP setempat
• Surat tanda terbit yang dikeluarkan oleh Kanwil Departemen Penerangan
   Aspek Lingkungan
   Aspek Lingkungan
  Keberadaan usaha peternakan yang baru akan memberi pengaruh terhadap lingkungan baik positif maupun negatif.   Pengaruh positif biasanya terjadi pada lingkungan sosial-ekonomi karena adanya penyerapan tenaga kerja lokal, pemanfaatan kotoran ternak menjadi kompos atau dimanfaatkan langsung akan meningkatkan kesuburan tanah. Pengaruh negatif timbul akibat  adanya  limbah  yang  dihasilkan  oleh  usaha    tersebut.  Limbah  yang  dihasilkan umumnya menjadi sumber polutan bagi air dan udara di lingkungan sekitarnya.
  Dalam studi kelayakan kajian terhadap aspek lingkungan tidak mendetil, baru sampai pada tahap pendugaan dampak usaha terhadap lingkungan.   Kajian yang lebih mendetil mengenai lingkungan dilakukan pada kajian lain yaitu upaya pemantauan lingkungan (UPL) dan upaya pengelolaan lingkungan (UKL) yang diperlukan untuk menentukan lokasi usaha sebelum feasibility study dan kegiatan usaha setelah feasibility study, serta analisis mengenai dampak lingkungan  (AMDAL).  Kedua  kajian  tersebut  didasarkan  atas  hasil   studi  kelayakan (feasibility study) selesai. Jadi UPL-UKL dan AMDAL dilakukan setelah studi kelayakan usahanya ada/ selesai.
  Analisis Lingkungan:
  a. Ekonomi (business cycle, inflasi dan deflasi, kebijakan moneter, neraca
  pembayaran.
  b. Pemerintah/perundang-undangan (pusat dan daerah, pemerintah pembeli terbesar,
  subsidi, perlindungan industri, kebijakan pemerintah).
  c. Pasar/saingan (perubahan struktur kependudukan, distribusi pendapatan, alur
  hidup produk/layanan, kemudahan akses masuk, rintangan masuk).
  d. Teknologi (bahan baku dan perubahan teknologi).
  e. Geographies (lokasi, nusantara)
  f. Sosial budaya
ANALISIS ASPEK LINGKUNGAN
               Analisis aspek lingkungan dalam SKB mengacu pada Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ( AMDAL ) yang disusun oleh konsultan AMDAL. Di Indonesia AMDAL dikenal sejak 1985-an. AMDAL adalah analisis mengenai dampak suatu proyek ( kegiatan ) terhadap lingkungan hidup.
               Tujuan dilakukan AMDA  terutama adalah  agar kualitas lingkungan  dapat terjaga dengan baik dan  tidak mengalami  kerusakan dengan berdirinya proyek. Contoh pencemaran lingkungan :
               -  Tercemarnya kali Surabaya akibat pembuangan limbah industri;
               -   Hutan gundul akibat penebangan kayu secara liar, maupun adanya illegal logging;
               -   Udara di Gresik tercemar oleh zat Amonia akibat bocornya saluran PT. Petro Kimia.
              
Bidang usaha yang membutuhkan AMDAL dalam pendiriannya sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup
               No. KEP-11/MENLH/3/94 tanggal 19 Maret 1994, adalah usaha dalam :
               >  industri pertambangan & enerji ( a.l. batu bara, PLTA, PLTD );
               >  Kesehatan ( RS, industri farmasi );
               >  PU ( waduk, Irigasi, jalan raya / tol );
               >  Agribisnis ( tambak > 59 ha, pertanian > 5.000 ha, perkebunan   
                   > 10.000 ha );
               >  Parpostel ( Hotel, Padang Golf, tempat rekreasi / hiburan );
               >  Lahan Transmigrasi ( . 3.000 ha );
               >  Industri berat ( semen, kimia, baja, baterai, kayu, galangan
                   kapal, pesawat terbang, dll );
               >  Perhubungan ( ( pelabuhan );
               >  Perdagangan ( > 5. Ha );
               >  Hankam ( Pangkalan laut / udara, Pusat Latihan Tembak ),
                 Nuklir;
               >  Kehutanan ( Taman Safari, HPH ).
  ASPEK SOSIAL DAN EKONOMI
  Aspek Sosial dan Ekonomi
  Aspek ekonomi dan sosial biasanya dikaji dalam studi kelayakan yang memfokuskan pada analisis  ekonomi. Umumnya  digunakan  dalam  proyek-proyek  yang  direncanakan  oleh pemerintah atau proyek-proyek besar. Beberapa hal yang harus dikaji dalam aspek sosial ekonomi ini adalah :
  1.    Pengaruh proyek tersebut terhadap peningkatan penghasilan
          negara.
  2.    Pegaruh proyek  tersebut terhadap devisa yang bisa dihemat
          dan yang bisa diperoleh.
  3.    Penambahan kesempatan kerja.
  4.    Pemerataan kesempatan kerja.
  5.    Bagaimana pengaruh proyek tersebut terhadap industri lain?
          Sebagai supply bahan bagi industri lain, dan pasar bagi hasil  
          industri lain.
  6.    Aspek yang bersifat sosial: menjadi semakin ramainya
          daerah tersebut, lalu lintas yang semakin lancar, adanya
          penerangan listrik, dan lain sebagainya
  Aspek sosial ini merupakan manfaat dan pengorbanan sosial yang mungkin dialami oleh masyarakat, tetapi sulit dikuantifikasikan yang disepakati secara bersama. Tetapi manfaat dan pengorbanan tersebut dirasakan ada.
  Sebenarnya kesemua aspek tersebut perlu dipelajari, tetapi tergantung pada besar kecilnya dana yang tertanam pada investasi/proyek tersebut, maka banyak sedikitnya aspek yang perlu dipelajari dan kedalaman studi tersebut mungkin berbeda. Untuk proyek-proyek besar, semua aspek tersebut perlu dipelajari secara mendalam, tetapi untuk proyek-proyek yang kecil mungkin tidak semua aspek perlu diteliti. Umumnya aspek sosial ekonomi tidak begitu diperhatikan bagi proyek-proyek kecil.
  ASPEK SYARIAH
Seorang Pengusaha harus terhindar dari hal-hal berikut ini:
  Semua aktifitas investasi dan perdagangan atas barang dan jasa yang diharamkan Allah
  Transaksi yang mengandung ketidakpastian (Gharar)
  Riba
  Penipuan
  Perjudian  
  Penimbunan Barang (Ihtikar)
  Monopoli
  Rekayasa Permintaan (Bai’ An-najsy)
  Suap (Risywah)
  Ta’alluq
  Talaqqi al-Rukban
wassalam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar